Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Tanggung Jawab Sosial dan Kinerja Ekonomi

Tanggung Jawab Sosial dan Kinerja Ekonomi




Dalam bagian ini, kita ingin melihat pertanyaan: Apakah kegiatan-kegiatan yang secara sosial bertanggung jawab menurunkan kinerja ekonomi suatu perusahaan? Menemukan dari sejumlah riset studi dapat membantu kita menjawab pertanyaan ini.


Apakah Budaya Organisasi itu?

Apakah Budaya Organisasi itu?



Payless yang berpusat di Topeka, Kansas, memahami apakah budaya organisasi itu. 
Sebagai pengecer alas kaki terbesar didunia, mereka tidak kebal terhadap serangan persaingan o;eh dua pengecer besar Wal Mart dan Target. 
Sebagai persiapan para manajer Payless mengetahui bahwa mereka harus mengubah budaya perusahaan menjadi lebih agresif, kreatif, dan mengambil resiko. Satu hal hal yang mereka lakukan pada rapat penjualan tahunan perusahaan adalah mengirimkan semua manajer distrik keluar ke komunitas pemburu untuk untuk menemukan harta karun tertentu termasuk, diantaranya sebuah truk pemadam kebakaran, sikat rumah sakit, dan sebuah truk Federal Express. Tim-tim ini juga harus memotret diri mereka sendiri dengan latar belakang barang-barang tertentu sambil memegang ayam karet. Dan semuanya ini harus selesai dalam waktu dua jam. Mengapa? Untuk membuktikan pada para manajer bahwa mereka dapat bekerja sama untuk menghasilkan solusi yang kreatif bahkan dalam kondisi yang tertekan. Meskipun seorang pemburu tidak dapat membawa budaya tersebut sendirian, ini merupakan langkah maju dalam jenis pemikiran yang akan menjadi penting jika Payless ingin terus berkembang.

Apakah budaya organisasi? Budaya itu adalah sistem makna dan keyakinan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi  yang menentukan, sebagai dasar, cara mereka bertindak satu terhadap yang lain dan terhadap orang luar. Budaya itu mewakili persepsi bersama yang dianut oleh para organisasi tersebut yang menentukan anggota-anggotanya harus berperilaku. Di sebuah organisasi ada nilai, simbol, ritual, mitos, dan praktik yang telah berkembang sejak lama sekali. Nilai kebersamaan dalam tingkat yang tinggi, apa yang dilihat para karyawan dan bagaimana mereka menanggapi dunia mereka. Apabila dihadapkan pada masalah atau isu pekerja, budaya organisasi cara kita melakukan segala sesuatunya disini memengaruhi apa yang dapat dilakukan karyawan dan bagaimana mereka berkonsep, mendefinisikan, menganalisis, dan memecahkan masalah tersebut.

Definisi kita mengenai budaya menyiratkan beberapa hal. Pertama, budaya adalah persepsi. Individu mempersepsikan  budaya organisasi berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar atau alami di dalam organisasi itu. Kedua, meskipun individu mungkin memiliki latar belakang yang berbeda atau bekerja pada tingkatan yang berlainan, mereka cenderung menggambarkan budaya organisasi itu dengan istilah yang sama. Terakhir, budaya organisasi itu adalah istilah deskriptif.


sumber: manajemen edisi kedelapan/jilid 1 buku Stephen P. Robbin



Advertisement

Fungsi-fungsi Manajemen

Fungsi-fungsi Manajemen


Menurut pendekatan fungsi, para manajer aktivitas atau kewajiban yang jelas ketika mereka secara efisien dan efektif mengkoordinasikan pekerjaan orang lain. Apa aktivitas atau fungsinya? Diawal abad ke-20, seorang industriawan Prancis bernama Henry Fayol untuk pertama kalinya mengusulkan bahwa semua manajer melaksanakan lima fungsi: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Pada pertengahan tahun 1950-an, untuk pertama kalinya sebuah buku ajar manajemen menggunakan fungsi2 merencanakan, mengorganisasi, menyusun staf, mengarahkan, dan mengendalikan sebagai kerangka kerja. Sekarang ini, hampir semua buku ajar manajemen masih terus disusun berdasarkan fungsi2 manajemen itu, walaupun fungsi2 tersebut telah diringkas menjadi empat fungsi dasar dan yang paling penting: merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Berikut adalah definisi apa yang dicakup oleh masing-masing fungsi manajemen itu.
Jika Anda tidak membayangkan tujuan tertentu, Anda bisa terbawa kemana-mana. Namun, jika Anda ingin mendatangi tempat tertentu, Anda tentunya telah merencanakan cara terbaik untuk sampai kesana. Karena organisasi ada untuk mencapai beberapa tujuan tertentu, seseorang harus merumuskan tujuan tersebut serta sarana-sarana untuk mencapainya. Manajemen adalah seseorang tersebut. Para manajer menunjukan fungsi perencanaan yang mencakup proses merumuskan sasaran, membangun strategi untuk mencapai sasaran tersebut, dan mengembangkan rencana guna memadukan dan mengkoordinasikan sejumlah aktivitas.

Para manajer bertanggung jawab pula merancang pekerjaan guna mencapai sasaran organisasi, fungsi itu kita sebut pengorganisasian. Ketika para manajer mengorganisasi, mereka menetukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokan, siapa melapor kepada siapa, dan pada tingkatan mana keputusan di ambil.

Setiap organisasi mencakup orang-orang, dan tugas manajemen adalah bekerja dengan da melalui orang lain guna  mencapai sasaran organisasi. Itu merupakan fungsi kepemimpinan. Ketika para manajer memotivasi para bawahannya, memengaruhi individu atau tim sewaktu mereka bekerja, memilih saluran komunikasi yang paling efektif, atau menyelesaikan masalah perilaku karyawan dengan cara apapun, mereka itu memimpin.

Fungsi manajemen yang terakhir adalah pengendalian. Setelah sasaran ditentukan, rencan dirumuskan, pengaturan strukturnya ditentukan, dan orang2 dipekerjakan, dilatih dan diberi motivasi, ada sejumlah evaluasi untuk mengetahui apakah segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.


Kontribusi Penting Terhadap Teori Manajemen

Kontribusi Penting Terhadap Teori Manajemen

Kontribusi penting terhadap teori manajemen ilmiah yang dilakukan oleh Frederick W. Taylor
Frederick W. Taylor melakukan sebagian besar karyanya di Midvale dan Bethlehem Steel Companies di Pennsylvania. Sebagai seorang insinyur mekanik dengan latar belakang Quaker dan Puritan, dia terus menerus merasa muak dengan tidak efisiennya para pekerja. Para pekerja itu menggunakan berbagai macam teknik untuk melakukan pekerjaanyang sama. Mereka cenderung menganggap gampang pekerjaannya Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah kurang lebih sepertiga dari yang seharusnya. Nyaris tidak ada standar kerja disana. Para pekerja ditempatkan kedalam pekerjaan dengan sedikit sekali atau bahkan sama sekali tidak sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Taylor berniat untuk mengoreksi keadaan tersebut dengan metode ilmiah bagi berbagai pekerjaan dilantai pabrik. Dengan asyiknya dia menghabiskan lebih dari 20 tahun guna mengejar satu-satunya cara terbaik untuk menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.
Pengalaman Taylor di Midvale menyebabkan ia dapat mendefinisikan pedoman yang jelas untuk meningkatkan efisiensi produksi. Taylor berpendapat bahwa keempat prinsip manajemen yang ini:

1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi setiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
Secara ilmiah pilihlah kemudian latihlah, ajarilah atau kembangkanlah pekerjaan tersebut.
2. Bekerjasamalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
3. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.

akan menghasilkan keuntungan baik bagi para pekerja maupun manajer. Bagaimanakah prinsip-prinsip inilah itu benar-benar bekerja.

           Contoh manajemen ilmiah Taylor yang paling luas dikutip adalah percobaan besi gubal. Para pekerja memuat besi gubal berbobot 92 pounds ke dalam sejumlah kereta. Hasil rata-rata harian mereka adalah 12,5 ton. Namun, Taylor berpendapat bahwa dengan menganalisis pekerjaan tersebut secara ilmiah untuk menentukan satu-satunya cara terbaik untuk membuat besi gubal, maka hasilnya dapat ditingkatkan menjadi antar 47 hingga 48 ton perhari. Setelah lama mencoba secara ilmiah berbagai kombinasi prosedur, teknik, dan peralatan, Taylor berhasil mencapai tingkat produktivitas tersebut. Bagaimana? Dia menaruh orang yang tepat pada pekerjaan itu dengan perlengkapan dan peralatan yang tepat, menyuruh pekerja itu mengikuti secara tepat petunjuk-petunjuknya, dan memotivasi para pekerja itu dengan insentif ekonomi yakni upah harian yang jauh lebih tinggi. Dengan menggunakan pendekatan serupa untuk pekerjaan lainnya, Taylor mampu merumuskan satu-satunya cara terbaik untuk melakukan tiap-tiap pekerjaan itu. Secara keseluruhan, Taylor mencapai perbaikan dalam produktivitas perbaikan yang konsisten dalam kisaran 200% atau lebih, dengan studinya yang menggebrak tentang kerja manual menggunakan prinsip ilmiah, Taylor menjadi terkenal sebagai bapak manajemen ilmiah. Gagasan-gagasannya menyebar di Amerika S, Prancis, Jerman, dan Jepang, dan mengilhami lainnya untuk mempelajari dan mengembangkan sejumlah metode manajemen ilmiah. Pengikut yang paling menonjol adalah Frank dan Lilian Gilbreth.

Advertisement

Dilema Seorang Manajer

Dilema Seorang Manajer




         “Jagalah diri anda sendiri dan perlakan orang lain dengan adil”
Hal ini membuat orang menjadi lebih baik ketika melakukan sesuatu yang baik. Orang yang lebih baik ini ditafsirkan sebagai bisnis yang lebih baik. Itu adalah falsafah manajemen sederhana dari Tom Gegax , pendiri dan CEO di Tires Plus, sebuah perusahaan pengecer ban dengan lebih dari 150 toko yang terbesar di 12 negara bagian dimana pendapatannya mendekati $200 juta. Dalam suatu industri dengan pesaing yang sangat agresif, termasuk raksasa pengecer Wal-Mart dan Goodyear, Tires Plus berharap untuk memperluas usahanya secara nasional dan melipatgandakannya dalam waktu lima tahun mendatang. Dan falsafah Tom yang sederhana ini tampaknya akan memainkan peranan penting tanpa melihat apakah sasaran itu tercapai atau tidak.
           Falsafah manajerial Tom muncul ketika ia harus menghadapi tiga masalah pribadinya yang penting (perceraian, kanker, defisit usaha jutaan dolar) dalam periode delapan bulan pertama. Ia berkat, “Selama hidup kita tampak baik-baik saja, kita tidak mempunyai jalan untuk pertumbuhan pribadi. Sering kali memerlukan percobaan.” Karena haus mengubah hidupnya untuk kehidupan pribadi dan agar bisnisnya bertahan, Tom menyadari bahwa ia harus menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaannya. Melakukan perubahan-perubahan itu tidaklah mudah, tapi ia sekarang ini yakin pada perusahaan yang dapat menyeimbangkan orang-orang menjadi lebih bahagia, sehat, dan lebih yakin, semua yang menguntungkan karyawanya.
           Untuk Tires Plus, falsafah baru ini menghasilkan beberapa perubahan termasuk sebuah kebugaran baru bagi karyawan di kantor pusat perusahaan di Minneapolis dan mengadopsi bahasa dan budaya berolahraga sebagai pola untuk struktur perusahaan. Sebagai contoh, manajer toko adalah pelatih, penjual dan mekanik adalah pemain, dan pedoman operasonal perusahaan adalah aturan mainnya. Terutama, Tom yakin bahwa perubahan-perubahan ini akan membantu para karyawanya untuk lebih perhatian pada diri mereka sendiri dan kemudian lebih perhatian terhadap konsumen. Karena layanan konsumen penting dalam industri ini, para karyawan harus memberi layanan konsumen yang istimewa jika perusahaan ingin mencapai sasarannya.
             Sekarang tempatkan diri Anda pada posisi Tom, keahlian manajer apakah yang harus ia dorong bagi pelatihnya untuk digunakan agar menjamin bahwa semua pemain melakukan apa yang perlu dilakukan untuk memuaskan konsumen dan membantu perusahaannya mancapai sasaran, yaitu melipat gandakan pendapatan dalam lima tahun?